As Hue

Pernah aku bertemu dengan seorang perempuan,  pernah ku muliakan dia, pernah ku sanjung dia, pernah ku peduli padanya hingga ternyata hanya dusta balasanya. 

Seberapa besar pengaruh nya dia padaku?  Apakah arti tidak mencari yang lain kurang cukup buktinya? Apakah semua rencana ke depan yang sudah kita bahas berdua masih kurang? Apakah semua kalimat kemarin kurang? Masih beranikah kamu mengutuk? Bukanya aku ya harusnya mengutuk?

Apa yang ku lakukan hingga itu terjadi?  I know it has been a year ago when it happened.  Still hurt, still hate!

Kamu tau pepatah yang mengatakan bahwa kalau “benci jadi cinta”, Gimana kalo kita balik kalimatnya menjadi “cinta jadi benci” karena alasanku selalu membencimu adalah selalu cinta.  Sayang itu akan selalu menjadi benci yang aku cintai.  Aku cinta membencimu.

Tolong, cukuplah aku saja yang menjadi korban dari mu. Kasihan yang lain, meskipun itu dalam hati berkata “kapok kon, panganen mak lampir”.

Tertuju pada, kau pendusta.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s