Kalo pencakar langit aja bisa lelah menggapai awan, gimana aku yang hanya sebatas mahluk kecil? Tapi tentu tidak, bagiku kau adalah yang pertama yang bisa kuharapkan. Duh rasanya mau berpisah itu suedih :” aku nggak bisa lagi ngeliat dia setiap hari pulang sekolah atopun istirahat. Aku sebenernya mau pergi jauh. Sayangnya seberapa jauh jarak kita, hatiku masih berlabuh. Ohh seandainya aku bisa menulis namamu di suatu lembar kertas nanti. Hah .. Hanya mimpi.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s