Aku masih bertanya tanya kenapa orang mencinta.  Pertanyaan classic, krusial.  Pertanyaan yang semisal ditanyakan pada saya sendiri, saya akan jawab dengan “itu takdir manusia”.

 

Yang jadi masalah itu adalah cinta terlarang, cinta yang tak mungkin, cinta monyet, cinta nafsu, cinta terpaksa, gabisa bedain cinta dan suka, asal mengartikan cinta, buta karena cinta.  Karena cinta adalah suatu hal yang menabjubkan dan penuh keajaiban.  Believe me, Power of love was greater than a painful death coming upon a person who was in it.

 

Ada beberapa bahasan tentang cinta yang menarik sampai sekarang.  Tiga poin penting dimana saling mempenganruhi.  Dia, orang tua, tuhan.  Jelas, kalau cinta lain agama namanya cinta terlarang, kalau dia jauh lebih muda juga namanya cinta yang tak mungkin, orang tua nggak restu ya cinta terpaksa.  Ya karena “power of love” itu tadi.  Cinta itu penuh mantra magis didalamnya, dimana cinta itu selalu ada ekspektasi dan realita yang terkadang sangat tidak nyambung.

 

Sebenernya masih banyak bahasanya.  Sayang, kepalaku nggak bisa sebagus pasukan Nazi ketika mengendaikan pikiran.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s