Secret Admirer.

 

Berawal dari kejadian yang sudah lama, sekitar 2 tahun yang lalu aku bertemu dia, kenal dan mulai mendekat.  Semua rasa begitu indah, begitu cerah.  Ketika aku dan dia, kita saing menyapa dan saling peduli.  Menanyakan bagaimana keadaan setiap hari disekolah, hari hari kita, bagaimana kita bercanda dan tertawa, menangis karena kehilangan satu sama lain,  marah marah ketika bertemu dengan orang orang menyebalkan.  Apapun itu, kita merasa saling nyaman bersama. 

 

Menjadi secret admirer itu menyenangkan, bisa mendekat dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa aneh.  Sensasinya menjadi secret admirer itu seperti selalu ada sesuatu yang baru akan terjadi, entah itu kejadian memilukan hingga kata kata secret itu sendiri hilang.  Tapi aku tak peduli, gimanapun resikonya aku tetap ingin menjadi satu satunya orang yang menyukaimu secara diam diam.  Karena aku menyukaimu tanpa alasan yang jelas.

 

Satu dua hari, sebulan duabulan, setahun duatahun.  Berapa banyak hari kuhabiskan dengan menyukaimu, membuatmu merasa nyaman tanpa gangguan, membuat hari hari kita penuh cerita,  berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk kau bisa melihatku dibalik sebuah tirai pertemanan ini.  Aku yang selama ini berpura pura untuk tidak memberitahukan apa sebenarnya.

 

Lama lama, rasa itu semakin meningkat seiring dengan semakin lama kita kenal.  Berkali kali hati ini ku siapkan untuk memaparkan semuanya, namun juga berkali kali aku ini kehilangan kesempatan.  Berkali kali aku mendapat kontak batin yang kurasa itu juga datangnya darimu.  Aku mencoba untuk memastikan semua kebenaran itu.  Namun apa daya bagi seorang secret admirermu ini.  Apakah aku yang kau kenas sebagai teman ini akan mendapat tempat yang layak di dirimu? Benarkah?

 

Setelah sekian lama, aku melihatmu sedang nyaman dengan orang lain yang aku rasa itu bukan asing bagiku mengenalinya.  Well bukan salahku juga sebagai seorang secret admirermu.  Aku bisa apa? Aku tak punya daya.  Aku nggak punya kuasa.  Hal terbesar yang bisa kuperbuat adalah dengan membantumu menilai dirinya yang mulai tertarik dengan dirimu. Aku juga tak mungkin berubah menjadi seorang yang jahat karena orang itu.  Ini juga salahku kenapa baru hari ini menyadari.

 

Kayaknya memang bukan jalanya.  Kayaknya memang kita hanya sebatas apa yang sekarang kamu inginkan.  Sekarang kau mulai merasa nyaman dan memilihnya.  Kamu nggak salah, aku yang salah.  Sudahlah, susahnya jadi secret admirer.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s