Aku masih bertanya tanya kenapa orang mencinta.  Pertanyaan classic, krusial.  Pertanyaan yang semisal ditanyakan pada saya sendiri, saya akan jawab dengan “itu takdir manusia”.

 

Yang jadi masalah itu adalah cinta terlarang, cinta yang tak mungkin, cinta monyet, cinta nafsu, cinta terpaksa, gabisa bedain cinta dan suka, asal mengartikan cinta, buta karena cinta.  Karena cinta adalah suatu hal yang menabjubkan dan penuh keajaiban.  Believe me, Power of love was greater than a painful death coming upon a person who was in it.

 

Ada beberapa bahasan tentang cinta yang menarik sampai sekarang.  Tiga poin penting dimana saling mempenganruhi.  Dia, orang tua, tuhan.  Jelas, kalau cinta lain agama namanya cinta terlarang, kalau dia jauh lebih muda juga namanya cinta yang tak mungkin, orang tua nggak restu ya cinta terpaksa.  Ya karena “power of love” itu tadi.  Cinta itu penuh mantra magis didalamnya, dimana cinta itu selalu ada ekspektasi dan realita yang terkadang sangat tidak nyambung.

 

Sebenernya masih banyak bahasanya.  Sayang, kepalaku nggak bisa sebagus pasukan Nazi ketika mengendaikan pikiran.

Brand New Day

Today, aku nggak sendirian lagi sebagai cowok normal di kelasku.  I mean not literally “normal” but se enggaknya dalam artian kejiwaan.  Ya ada anak baru mulai hari selasa kemarin, Teuku Rahmatra namanya.

 

Ada beberapa catatan perubahan, dimana minggu ini aku labil banget.  Gila semuanya akhir akhir ini.  Begitu mudahnya berfikir kesana kemari seolah olah tak punya pendirian.  Merasa semua keputusan penting itu sedang berada dalam beberapa hari ini.  Kayaknya semua bakal beda ketika minggu depan datang.

 

Mencoba membangun sesuatu yang baru, karena sudah lelah pikiran yang hasilnya belum terlihat dengan jelas.  Hanya bisa mengamati keadaan dan bersiap untuk berubah arah ketika dibutuhkan.  Ketahuilah, momen itu nggak dateng 3x.  Satu lagi, serba salah jauh lebih buruk daripada merugikan satu pihak yang menghambat.  Kamu tahu kan?

Aku hari ini melihatmu dengan orang lain.  Ya kamu juga membuat orang tersebut bahagia. Menggunakan cara yang sama untuk membahagiakan aku dulu. Mercì!

Secret Admirer.

 

Berawal dari kejadian yang sudah lama, sekitar 2 tahun yang lalu aku bertemu dia, kenal dan mulai mendekat.  Semua rasa begitu indah, begitu cerah.  Ketika aku dan dia, kita saing menyapa dan saling peduli.  Menanyakan bagaimana keadaan setiap hari disekolah, hari hari kita, bagaimana kita bercanda dan tertawa, menangis karena kehilangan satu sama lain,  marah marah ketika bertemu dengan orang orang menyebalkan.  Apapun itu, kita merasa saling nyaman bersama. 

 

Menjadi secret admirer itu menyenangkan, bisa mendekat dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa aneh.  Sensasinya menjadi secret admirer itu seperti selalu ada sesuatu yang baru akan terjadi, entah itu kejadian memilukan hingga kata kata secret itu sendiri hilang.  Tapi aku tak peduli, gimanapun resikonya aku tetap ingin menjadi satu satunya orang yang menyukaimu secara diam diam.  Karena aku menyukaimu tanpa alasan yang jelas.

 

Satu dua hari, sebulan duabulan, setahun duatahun.  Berapa banyak hari kuhabiskan dengan menyukaimu, membuatmu merasa nyaman tanpa gangguan, membuat hari hari kita penuh cerita,  berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk kau bisa melihatku dibalik sebuah tirai pertemanan ini.  Aku yang selama ini berpura pura untuk tidak memberitahukan apa sebenarnya.

 

Lama lama, rasa itu semakin meningkat seiring dengan semakin lama kita kenal.  Berkali kali hati ini ku siapkan untuk memaparkan semuanya, namun juga berkali kali aku ini kehilangan kesempatan.  Berkali kali aku mendapat kontak batin yang kurasa itu juga datangnya darimu.  Aku mencoba untuk memastikan semua kebenaran itu.  Namun apa daya bagi seorang secret admirermu ini.  Apakah aku yang kau kenas sebagai teman ini akan mendapat tempat yang layak di dirimu? Benarkah?

 

Setelah sekian lama, aku melihatmu sedang nyaman dengan orang lain yang aku rasa itu bukan asing bagiku mengenalinya.  Well bukan salahku juga sebagai seorang secret admirermu.  Aku bisa apa? Aku tak punya daya.  Aku nggak punya kuasa.  Hal terbesar yang bisa kuperbuat adalah dengan membantumu menilai dirinya yang mulai tertarik dengan dirimu. Aku juga tak mungkin berubah menjadi seorang yang jahat karena orang itu.  Ini juga salahku kenapa baru hari ini menyadari.

 

Kayaknya memang bukan jalanya.  Kayaknya memang kita hanya sebatas apa yang sekarang kamu inginkan.  Sekarang kau mulai merasa nyaman dan memilihnya.  Kamu nggak salah, aku yang salah.  Sudahlah, susahnya jadi secret admirer.

Uniform

Uniform word came from 2 different words “United” and “Formation”.  There are some of opinion about Uniform depends on the subject that cover some factor.  Here some advantage of the Uniform itself, first Uniform can unite all kind of social level in real meaning.  Which is really reduces the discrimination because students worry about their appearance all the time.  Secondly, Uniform can save much money buying extra good /well cloths for school.  Many students like to wear uniform because some students usually like peace and avoid joins into gang(s).

          If there was pro(s) the will be always con(s) following up that certain statement which give some reason(s) “why” or “I don’t agree” with that statement(s).  Some students say that if they wear Uniform, they can’t express their feelings and creativity which that human rights against to.  Some say that they more likely being aware of other gang(s) become aggressive and revengeful if they saw certain school / university because of something.

          In the end, there will be a solution according to the problem.  First, governs have to be stricter about gang(s) and the school security to make sure that student study safely and convenient in a friendly environment to support the country next generation.  Then to avoid gang inside the school, Uniform is a must!  Not just to avoid gang(s), but to avoid discrimination itself that cause student to feel uncomfortable with the school environment.

kali ini bahas guru deh soalnya gurunya kali ini agak aneh.  Sepanjang riwayat jalan anak saims sekolahku, guru guru selalu open dan
“discreet” banget sampe level parah kaya gini. Guru ini baik di awal doang, parahnya lagi setelah ketahuan sifat aslinya.  Haduh pilih kasihnya mintaampun.  Bingung ya, orang aku mau belajar kok malah ditolak, aku cuman sekedar mau tahu tentang sesuatu yang bikin penasaran malah disuruh bayar.  HOW? Gimana perasaanmu? -_-

kamu kenapa? aku salah ya? hmm … kenapa? kamu nggak suka kalo aku deket sama kamu? kalau tau, dulu kita deket loh … tapi kenapa? ahhaha pertanyaan bodoh kalo ditanyain ke kamu sekarang.

aku dapet kata nusuk … ” mau kuliah kok galauin cewek “

Ada yang salah?

Iya!

Ternyata apa kata para pendahulu benar juga …..

tapi namanya ini datengnya nggak bisa dipaksa …..

biarkan dirimu merentang melayang,  kita kan terbang disana, didalam mimpimu, kita berdua, berdansa, tersenyum bersama OK?