I just dont know, writing again and again!

Bingung antara mana yang realistis, mana yang cuman mimpi dan mana yang imajinasi.  Terkadang, imajinasi dan mimpi bisa sangat mirip sekali.

 Imajinasi anak kecil yang ingin terbang bebas di angkasa, menyentuh awan lalu memakanya seperti gulungan arum manis yang dijual di tepi jalan, sedangkan imajinasi seorang yang berumur lebih dewasa akan berkiblat pada realita yang didukung oleh keyakinannya dan ilmu tentang sesuatu yang pasti.  

Ketika kita membangkitkan sebuah memori yang sangat berarti, terbanyang disana sebuah kebahagian ataupun kesedihan.  Itu adalah secuil mimpi yang terwujud, ataupun yang kalah, dimakan oleh realita.  Seperti kematian, kita pasti bermimpi bisa selamanya hidup berdampingan dengan seseorang, keluarga atau siapapapun itu. Namun, sekali lagi, realita telah mengambil beberapa dari mimpi mimpi kita.

Mimpi itu enggak realistis! SIapa bilang? Kamu? Atau jutaan orang yang malas untuk membangunkan dirinya dari mimpi mereka? Aduh susah itu! Jangan aneh aneh deh mengartikan mimpi.  Mimpi ya mimpi.  Ketika gagal ataupun berhasil itu adalah realita.  Sadarkah, bahwa kamu disitu adalah sebuah proses?

Ingin sekali aku hidup dalam sebuah mimpi yang realistis, meskipun itu hanya imajinasiku saja.  

Semua mimpi yang dimana aku disitu melakukan sebuah proses yang panjang dan melelahkan dan berujung pada sebuah arti sukses.  Ya ini sebenernya arti dari kesuksesan.  Sukses itu ialah kamu sendiri yang mengartikan.  Bukan orang lain! Pingin sukses? Buat dirimu teriksa karena suatu proses, petik mimpimu, jadikan kenyataan.  

Realita yang menyenangkan, ketika bertemu teman teman yang bikin kita selalu nyaman, pacar bagi sebagian orang awam dan menjadi diri kita sendiri!

Butiran debu yang menghiasi perabotan tua itu adalah realita, luka yang kamu dapatkan juga bukan mimpi dan bagi sebagian orang yang punya, pacar itu juga bukan imajinasi.  Semua itu adalah kamu yang masih berproses. Dan proses itu pasti menyakitkan dan memakan waktu.  

Butuh waktu untuk membersihkan kotoran, butuh waktu untuk menyembuhkan luka, butuh waktu untuk kalian yang berpacaran menjadi terpisah.  Kabar buruknya kalian sudah beranjak dewasa.  Jadi bukan anak kecil yang berimajinasi dan bermimpi arum manis awan lagi.  Kabar baik, kalian masih dalam masa proses, dan! yang penting adalah selama kalian menjalani proses, itulah namanya realistis.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s