Inilah

Aku suka ketika ini terjadi.  Semua terasa indah layaknya angin yang bertiup membawa sejuta fantasi dan kesejukan jasmani.  Kita adalah dua manusia beruntung saat itu, hanya aku dan kamu.  Aku yang tanpa penghalang ini dapat melangkahkan kaki dengan leluasa diantara mimpi mimpimu.  Kamu yang tanpa lampu dapat menerangi setiap langkahku di dalam gelapnya malam yang sunyi ini.  Semua indah dan terasa begitu nyata.

Jam 5 pagi adalah jam favorit kita, dimana kita bisa saling membayangkan satu sama lain tentang rambut nya yang berantakan seperti sulak bulu ayam.  Ketika kamu meluangkan waktu untuk merapikan kemejaku yang berantakan.  Ketika aku membalas dengan merapikan rambutmu yang berwarna hitam mengkilap.  Ikatan itu begitu kuat.  Cinta yang membuatnya begitu kuat.

Matahari kala itu sedang merenung, dominasi awan semakin kuat diatas sana. Ketika itu kita berlari lari.  Kita berlari mengejar sebuah anak kecil yang membawa catatan guru pembimbingmu.  Sepatu Converse mu seketika itu menjadi kotor karena debu yang menari nari di setiap langkahmu.  Ketika itu aku sedang bersembunyi beberapa langkah sebelum anak itu akhirnya berhasil kita tangkap.  Aku menggendongnya.  Seketika itu kamu merebut paksa kertas itu.  Kita berhasil!  Akhirnya kita berjalan sepanjang lorong itu ber-tiga.  Betapa bahagianya.

Suara goresan pensil, gemuruh awan, bisikan teman teman diantara pikiran kosongku sangat mengganggu, kecuali sebuah ekspresi yang tak asing dan sangat familiar.  Bola matamu dikala itu sedang mengarah pada selembaran putih bergaris penuh dengan tulisan yang rapih dan simetris disetiap hurufnya.  Sesekali kulihat kamu menggigit ballpoint ungu kepunyaanku yang aku pinjamkan ke kamu dengan raut wajah begitu sempurna.  Aku suka ketika melihatmu menguap karena kelelahan dikala suasana ruangan seperti medan perang.  Ketika kamu acuh dengan dunia dan beranjak menyandarkan kepalamu diantara kertas dan kartu ujian di meja itu. 

Tak terasa 4 tahun lamanya kita bersama.  Tak terasa pertemuan kita yang pertama saat masa orientasi itu bisa seindah ini maknanya.  Kini saatnya aku membangun mimpi lebih jauh lagi.  Bersama genggaman tanganmu dan anugrah tuhan yang diberikan untuk kita.  Aku tak takut lagi untuk bermimpi, bersamamu. 

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s