Sadar

Pernah punya memu favorit gak? Apasih menu favoritmu? Steak? Soto? Sate? Apapun itu aku jamin kamu nggak bakal bosen makan itu meskipun sampai kakek kakek.  Aku juga punya loh, menu favoritku itu mie pangsit sama kari ayam.  Mereka wenak banget, guriih dan menggoyang lidah.  Aku selalu makan pangsit setiap bulan sekali minimal, karena aku nggak boleh kebanyakan makan mie.  Hampir setiap 2 minggu sekali ibuku membuat kari kesukaanku.  Ya aku menikmatinya.  Sangat

Kalau berbicara menu makanan favorit memang kadang jawabanya bisa lebih dari 1 bahkan 2 atau 3.  Se-favorit apapun menu masakan yang kalian punya, pasti bosan juga lah kalau dimakan setiap hari setiap tahun.  Kadang, menu favorit itu butuh waktu khusus buat nikmatinya.  Contoh nih … Opor Ayam khas lebaran.  Ya emang bisa sih dimakan diluar ramadhan, tapi ga dapet momenya … bisa bisa bosen trus ogah makan lagi.  Sudah teruji pada keluargaku yang setiap lebaran ganti dari masak opor ayam ke lasagna karena bosan.

Layaknya alas sepatu kita.  Sepatu yang paling kita sayang.  Kita pake setiap hari kemana mana.  Lama lama kalian akan menyadari bahwa sol atau bagian sepatu kalian bakal rusak dan terkikis perlahan hingga rusak parah.  Yah, semirip pada kehidupan kita.  Semakin sering frequensi bertemu dengan seseorang, pastilah menciptakan kesan bosan dan jenuh.  Seperti kata mantan pacar saya sendiri.  Haha kesalahan.  Tapi itu nyata.

Sekarang teknologi semakin portable dan praktis.  Komunikasi jarak jauh bukan lagi problem utama.  Dampak teknologi juga merambat pada sekte sosial kita dengan kencang.  Kita yang terbawa oleh derasnya arus teknologi akan menyesuaikan seiring waktu.  Dulu ya, namanya orang menjalin hubungan, telpon adalah hal paling mengasyikan.  Ya karena dulu satu satunya cara untuk mendengar berita secara live dari seseorang itu ya cuman telpon.  Wartel menjamur.

Derasnya arus teknologi ini juga menjadi saksi bisu korban yang berjatuhan.  Karena teknologi orang orang tidak menikmati hidupnya.  Orang menjadi lebih gampang gelisah karena berita instant yang mengejutkan.  Orang orang menangis karena sakit hati mengetahui bahwa pasanganya berpaling, karena kemudahan teknologi.

Dari sini, aku pribadi sekarang menyadari.

Bahwa, di dunia ini … kita tidak bisa tergesa gesa.

Butuh ratusan tahun untuk menemukan resleting yang sangat membantu kita selama ini sebagai pengerat. 

Aku sadar, jika aku mendapatkan sesuatu yang berlabel “no expired ” pastilah hanya cat baru yang melapisi kaleng sebuah produk.  Ntar kalo setahun pasti sadar bahwa semua itu hanyalah cat yang menutupi tanggal kadaluarsanya yang asli produk tersebut.

Artinya, untuk SE UMURAN kita itu ( DIBAWAH 24TH), sebenernya menjalin hubungan itu semacam sia sia.  Jika benar apa yang kamu kata “Cinta” itu nyata,  maka banyak orang yang nggak punya mantan hari ini.  Karena mereka hanya bersenang senang.  Memanfaatkanmu. Mencari sensasi.

Untuk yang sudah terlanjur.  Mari diusahakan awet hingga jenjang pernikahan.  Mencapai cita cita dalam menjalin hubungan, yaitu pernikahan.

Yang belom?  Mari kita renungkan.  Anda/Kita semua tau kan kalo si ortunya doi berpendidikan tinggi dan mempunyai reputasi? Kalau gitu taklukan dulu prestasi mereka.  Buat para calon mertua kalian semua bangga atas kalian.  Bangga melihat anak anaknya bersama pasangan yang matang dan tidak merepotkan orang tua. 

Kesimpulan yang susah dan lama saya dapatkan selama hidup ini. Akhirnya terkuak juga.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s