Cuman Teman

Aku sudah hafal dengan yang satu ini, dia sudah ku anggap jadi sahabat. Sudah seharusnya namanya sahabat kan mengerti satu sama lain, kali ini nggak.  Sahabat yang ku kenal ini hanya memanfaatkanku.  Aku kira arti dia sharing selama ini karena dia percaya, ternyata nggak.  Kalo dipikir, aku bodo sekali, tapi tak mau aku dikasihani!

Aku sudah hafal dengan berbagai ceritanya! Mulai cerita gapenting karena dia bosan dan lapar hingga cerita cerita galaunya menjalani cerita cinta bersama kekasihnya.  Aku ini kaya tempat pengungsian yang nggak ter urus.  Sebenernya karena aku nggak tegaan makanya aku biasanya melayani celotehan teman temanku.  Tapi ini, berubah.  Sombong dan arogan.  Jangankan mengharap respon baik saat chatting, bahkan sebuah kalimat sapaan pun hilang dari rutinitas kita.

Pada saat seperti itu, aku cuman bisa kaget.  Aku berharap aku juga nggak berubah, karena aku tau suatu saat mereka butuh aku.  Yahh semoga disaat dimana aku nggak berbalik 180′.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s