Sebuah Cerita Gak penting, Enyah Dengan Tema Romansa.

Aku disni pengen bertanya, mengapa orang orang pada sibuk mengenai hal yang gak penting.  Contohnya ya, kalau ada orang hobinya manjat manjat.  Buat apa sih? Ada juga orang hobinya menghitung jarak antara Jupiter ke Bumi, buat apa coba? Toh kan semua itu atas kekuasaan Allah.  Tenaga Allah yang tiada tanding dapat dengan mudah mengubah semua itu.  Kalaupun dengan dalih agar bisa memprediksi sekiranya  akan terjadi tabrakan, manusia bisa apa?

Mungkin itu sekedar celotehan saya ketika mendengar berbagai pernyataan terhadap hal yang ga penting.  Sekarang saya pun diserang dengan pertanyaan, “Hal apa saja yang penting?”.  Hal yang penting jelas, bagi saya adalah beribadah serta mandi.  Kalau ditanya yang lainya itu bagaimana, apakah tidak penting? Buat saya sih selain hal beribadah dan mandi itu sudah menjadi sifat natural manusia.  Nggak ada yang menyimpang terlalu jauh dari hal tersebut.  Jadi nggak masalah lah.

Tapi, menurut saya, sayapun masih kurang dalam hal beribadah.  Ya itu, harusnya saya meningkatkan hal penting terlebih dahulu sebelum mengoceh seperti ini.  Tapi saya akhirnya menjawab pertanyaan diri saya sendiri.  Mengapa saya bisa begini? Padahal itu melanggar apa yang telah saya tulis sendiri, jawabanya tak lepas dari karena itu merupakan hal yang menyenangkan.  Saya mengalami sengatan rasa bahagia ketika melakukan itu semua. Itulah mengapa ada namanya hobi.  Asal tak merugikan orang saja kalau begitu.

Seputar tentang hobi, ada banyak macemnya.  Mulai dari hobi menjijikan, negatif, nggak penting, mbosenin hingga hobi yang seru, keren, menarik, positif selain mereka mempunyai efek yang merugikan, menguntungkan, berbahaya, aman dan seterusnya.  Banyak ya kategorinya? Haha itulah keunikan manusia.  Pada intinya semua hobi tidak salah, asal tidak mengganggu orang saja.  Toh meskipun itu hobi menantang nyawa, kalau orangnya keras kepala masa bisa di ingatkan? Jadi selama nggak ngganggu manusia lain its okay lah.

Karena tulisan ini adalah milik saya pribadi, sebelumnya saya minta maaf sama hal yang sekiranya menyinggung.  Seperti kata saya tadi, selama hobi tersebut tak mengganggu manusia lain kan its okai.  Kalau ternyata saya tadi sempat membikin anda terganggu ya saya mohon maaf.  Sebenarnya bukan itu maksud saya.

Hobi dilakukan manusia ketika manusia tertarik akan sesuatu hal.  Ketika semua itu berubah menjadi tidak menarik hilangkanlah.  Hidup itu harus bahagia.  Karena kalau kita bahagia maka akan berdampak positif bagi kita semua.  Berusahalah bahagia, jangan pernah mengkambing hitamkan berbagai insiden / kejadian, orang lain atau sesuatu hal menjadi penghalang kebahagiaanmu.  Semua sudah terjadi karena sebab akibat.  Jika apapun yang akan terjadi itu buruk, maka harus dihentikan dengan cara halus.  Apapun alasanya.  Seharusnya.  Meskipun realitanya akan jauh berbeda.

Hobi itu tidak ada yang salah, jadi berhentilah menyalahkan!  Orang lain mempunyai hobi belajar, bagus itu! jangan menyalahkan orang lain.  Ambil hobimu sendiri.  Bagi beberapa orang mungkin saja hobimu membosankan.  Hayo loh.  Jadi berhentilah. Stop disini.  Jangan kamu teruskan merusak kebahagiaan orang.  Meskipun aku tau, merusak kebahagiaan orang adalah hobimu yang muncul karena sesuatu.  Pasti itu.

Saya pribadi sih pernah melakukan semua kesalahan yang saya pernah singgung di tulisan ini, tapi karena saya punya hobi untuk instropeksi diri.  Saya pun juga berusaha memperbaiki diri sendiri disamping saya juga nggak berhenti pada tujuan untuk orang lain. Oh iya, disini juga termasuk dengan hobi mengingatkan orang lain.  Mereka tidak salah, biarkan saja.  Itu hobi yang sangat bagus.  Lalu jika ada pernyataan dan pertanyaan seputar apakah dia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka katakan?  Apakah mereka yang sombong menegur orang lain tetapi mereka tak tahu diri dan tak pernah berkaca?

Kalau saya bilang sih biarin saja, toh hobinya mengingatkan juga tidak menjadi masalah.  Yang saya maksud adalah biarkan saja mereka begitu, suatu saat kelak mereka akan malu.  Apa yang telah dikata ternyata tak sama dengan apa yang telah diperbuat.  Kita hanya tertawa setelah itu.  Santai saja.

Alhasil, dengan begitu semua aspek kehidupan akan menjadi penting.  Semua seksi dari kategori ter rendahpun akan mendapatkan penghargaan tertinggi.  Meskipun saya tahu, realita sangat menentangnya.  Tapi siapa tahu, suatu saat nanti, semua akan menjadi nyata.  Yang saya bisa bantu hanya membuat tulisan ini.

Advertisements

Sadar

Pernah punya memu favorit gak? Apasih menu favoritmu? Steak? Soto? Sate? Apapun itu aku jamin kamu nggak bakal bosen makan itu meskipun sampai kakek kakek.  Aku juga punya loh, menu favoritku itu mie pangsit sama kari ayam.  Mereka wenak banget, guriih dan menggoyang lidah.  Aku selalu makan pangsit setiap bulan sekali minimal, karena aku nggak boleh kebanyakan makan mie.  Hampir setiap 2 minggu sekali ibuku membuat kari kesukaanku.  Ya aku menikmatinya.  Sangat

Kalau berbicara menu makanan favorit memang kadang jawabanya bisa lebih dari 1 bahkan 2 atau 3.  Se-favorit apapun menu masakan yang kalian punya, pasti bosan juga lah kalau dimakan setiap hari setiap tahun.  Kadang, menu favorit itu butuh waktu khusus buat nikmatinya.  Contoh nih … Opor Ayam khas lebaran.  Ya emang bisa sih dimakan diluar ramadhan, tapi ga dapet momenya … bisa bisa bosen trus ogah makan lagi.  Sudah teruji pada keluargaku yang setiap lebaran ganti dari masak opor ayam ke lasagna karena bosan.

Layaknya alas sepatu kita.  Sepatu yang paling kita sayang.  Kita pake setiap hari kemana mana.  Lama lama kalian akan menyadari bahwa sol atau bagian sepatu kalian bakal rusak dan terkikis perlahan hingga rusak parah.  Yah, semirip pada kehidupan kita.  Semakin sering frequensi bertemu dengan seseorang, pastilah menciptakan kesan bosan dan jenuh.  Seperti kata mantan pacar saya sendiri.  Haha kesalahan.  Tapi itu nyata.

Sekarang teknologi semakin portable dan praktis.  Komunikasi jarak jauh bukan lagi problem utama.  Dampak teknologi juga merambat pada sekte sosial kita dengan kencang.  Kita yang terbawa oleh derasnya arus teknologi akan menyesuaikan seiring waktu.  Dulu ya, namanya orang menjalin hubungan, telpon adalah hal paling mengasyikan.  Ya karena dulu satu satunya cara untuk mendengar berita secara live dari seseorang itu ya cuman telpon.  Wartel menjamur.

Derasnya arus teknologi ini juga menjadi saksi bisu korban yang berjatuhan.  Karena teknologi orang orang tidak menikmati hidupnya.  Orang menjadi lebih gampang gelisah karena berita instant yang mengejutkan.  Orang orang menangis karena sakit hati mengetahui bahwa pasanganya berpaling, karena kemudahan teknologi.

Dari sini, aku pribadi sekarang menyadari.

Bahwa, di dunia ini … kita tidak bisa tergesa gesa.

Butuh ratusan tahun untuk menemukan resleting yang sangat membantu kita selama ini sebagai pengerat. 

Aku sadar, jika aku mendapatkan sesuatu yang berlabel “no expired ” pastilah hanya cat baru yang melapisi kaleng sebuah produk.  Ntar kalo setahun pasti sadar bahwa semua itu hanyalah cat yang menutupi tanggal kadaluarsanya yang asli produk tersebut.

Artinya, untuk SE UMURAN kita itu ( DIBAWAH 24TH), sebenernya menjalin hubungan itu semacam sia sia.  Jika benar apa yang kamu kata “Cinta” itu nyata,  maka banyak orang yang nggak punya mantan hari ini.  Karena mereka hanya bersenang senang.  Memanfaatkanmu. Mencari sensasi.

Untuk yang sudah terlanjur.  Mari diusahakan awet hingga jenjang pernikahan.  Mencapai cita cita dalam menjalin hubungan, yaitu pernikahan.

Yang belom?  Mari kita renungkan.  Anda/Kita semua tau kan kalo si ortunya doi berpendidikan tinggi dan mempunyai reputasi? Kalau gitu taklukan dulu prestasi mereka.  Buat para calon mertua kalian semua bangga atas kalian.  Bangga melihat anak anaknya bersama pasangan yang matang dan tidak merepotkan orang tua. 

Kesimpulan yang susah dan lama saya dapatkan selama hidup ini. Akhirnya terkuak juga.

Galau (Lagi)

Tahun ajaran baru yah? Pasti Identik dengan namanya anak baru, temen baru, crush baru, pacar baru, mantan baru, pensil baru, baju baru, guru baru apa apa serba baru! Tapi yang namanya rasa sakit hati dari dulu nggak pernah baru, sakit hati ya sakit rasanya. Perih gitu kata orang orang, bahkan sampai sekarang aku nggak pernah tau ada orang sakit hati rasanya gule ato kari ayam.

Namanya juga baru, ada rasa exited gitu kalo ketemu, berinteraksi, bersosialisasi. Maklum masih baru, kaya hape nih. Hape baru itu rasanya disayang sayang banget. Sampai sampai orang lain pijem itu peraturanya bejibun! Ntah gaboleh kegores, kebanting, kotor layarnya …. sama deh, cuman bedanya ini manusia itu benda. Sama sama disayang …. karena baru.

 

Bicara baru nih, aku juga ada yang baru …. haha

Sekedar deskripsi, dia itu kireeei dan kawaai banget! Haha maklum baru … :p

Matanya itu … uhh nosebleed deh kalo ngelihat. Unyu buanget!

Andai saja kalo fotonya itu nggak ada hak cipta dari kakaknya, tak pajang lebar lebar di blog 😛

 

Haha, namanya dia Amadee – san. Dia nggak tinggi sih, tapi tatapanya itu bikin pingsan, kaya dilihatin guru killer yang nggak kita suka. Dia berkacamata, ntah min berapa. Sekilas kalo aku ngelihat dia itu kaya adek kecilku .. 4 tahun umurnya. Sama sama kacamataan. Kemaren sempat ditunjukin fotonya dari iPhone kakaknya …. seketika rasa bahagia itu ngalir deras dari bawah ke atas … kaya disengat lebah.

 

– Kok galau? pasti sebelumnya ada yaa?

Ya adalah, terus Tara itu dikemanain?

– Kan adeknyaeeh …

Kampret ….

 

—————————————————-

 

Hai taraa! Apa kabar? Hiii …..

– Ngaps mas?

 

Gapapa, ehm ….

-ap?

 

Tara, kamu … oh iya, taun depan kita dah lulus yah? cepet banget

-Y

 

Kok kamu jawabnya gitusih?

-gpp

 

Yaudah kalo gitu ._.

-Y, da mas

 

Awkward.

 

Nyata loh tapi … haha nasib sial, itulah yang terjadi. Jawabnya singkat padat jelas bermakna. Ahh dasar.

 

Meskipun begitu, ya aku maklumlah, Tara disini bukan siapa siapa. Tara di sini kan cuman numpang nemenin aku di lem dan bangkit dari sobekan. Makasih ya sudah nemenin. Meskipun dengan jawaban 3 huruf satu kata. Y – G – Gpp. Aku rela kok kamu pergi. Saya disini hanya mengagumimu wahai Saky. Haha emang terlarang kok ….

 

———————————————

 

Ya ini, yang bikin aku nulis lagi ya ini. Aku yang sudah capek berlari ingin ber istirahat. Aku yang kehilangan akhirnya menemukan.

 

Galau itu enak btw. Rasanya itu mixture banget. Kayak buat juice Alpukat dicampur sama susu coklat. Sebenernya nggak enak, tapi masih manis.

 

Galau itu bikin blogku penuh, buku catetan yang dibuat nyatet catetan galauku.

 

Galau itu bikin inspirasi ntar buat kedepan.

 

Galau itu bikin aku lebih semangat lagi, untuk sebuah alasan baru.

 

Galau itu bikin hati ngerasa mantep, karena harus memilih diantara pilihan.

 

Dengan galau, buat aku nggak masalah, justu menjadi pecutan.

 

Sebenernya bukan galaunya ituloh.

 

Tapi nikmat tuhan!

 

Nikmat tuhan akan sebuah sifat.

 

Sifat ter-ikat.

 

Kepada.

 

Seseorang.

 

Baik secara emosi ataupun jiwa raga.

 

Ahh sudahlah, sudah malam.

 

Mikirin perempuan itu emang hal terindah selama hidupku.

 

Melamun seharian, berandai jika aku dapat bersama dia.

 

Haha, sudahlah. Aku malu.

 

Malulah … bicara cinta, makan aja masih dikasih orang tua.

 

Kalo bicara cinta memang seharusnya kalau bisa cari duit, biar bisa bahagia-in dia dan orang tuanya.

 

Biar orang tua kita juga ngerasa kita sudah matang.

 

Nggak labil dibawa cinta.

 

Apalagi cinta buta.

 

Memang, cinta itu membutakan.

 

Buta akan sisi negatif pasangan …

 

Namanya juga cinta buta.

 

Buta lah, gimana sih!

 

Sudahlah … Ice cream coklat masih enak dimakan.

 

Bantal juga masih empuk.

 

Lebih baik menyudahi ini semua. Lanjut kemudian hari.

 

Oh iya, aku ingin ber komitmen. Haqi. Bacalah ini …

– Jagalah dirimu dari apapun yang sebelum waktunya, kalau sudah waktunya dan sudah jatahnya dari Allah pasti kok.

 

Adios.

Replace

Mengaggumi Tara adalah sebuah kenikmatan.  Semua motivasi itu asal muasalnya ya dari Tara itu.  Tara menggantikan posisi seseorang yang sudah rusak dibuang di tong sampah.  Tara menjabat sebagai penghuni sementara.  Tak apalah penghuni sementara, aku senang kok.

Kamera Nikon d40ku rusak! Sial sial sial! Aku tau masa ini akan datang, aku tau aku akan menyesalinya. Namun bagaimana lagi? Memang keadaanya sudah kritis di tangan adek kecilku.  Jadi sebenernya kerusakan sudah terjadi sejak lama, hanya di timer pada waktu yang seperti ini.  Rasanya aku jadi ngidam Nikon d7000/d5200. Ganti ahh.

Bicara soal menggantikan, mari kita renungkan beberapa hal.  Sebagai pemilik dan penulis tulisan ini, saya mengajak anda berfikir.  Terutama saya sendiri selaku pemilik tulisan! Hai kau bacalah ini disaat kamu genting.
Mari kita renungkan, renungkan sebuah tujuan dari setiap kegiatan dan sikap kita terhadap orang lain.  Sebuah tujuan akan menciptakan dampak dan hasil. 
Aku dahulu sudah belajar bahwa tujuanku dalam menjalin cinta itu apa …. ya perkenalan dan persiapan dini / booking agar tidak direbut orang ketika kelak dia menjadi pendamping / ibu. 
Aku juga belajar banyak dari tujuanku tersebut.  Belajar memilah sampah perkataan mana lagi yang harus dibuang, karena menututku beberapa perkataan orang itu seperti sampah organik. Sampah yang masih bermanfaat.  Jadi kebiasaan saya ya hanya menyimpan dalam hati dan hanya mengitarakan pada seseorang VVVVIP.

Jadi menurutku sebaiknya buatlah keputusan yang sangat matang, sebelum nanti akan menyesal karena harus mengganti setiap keputusan salah kita.  Mengganti nasib yang memang bukan takdirnya. Big fail.

Cuman Teman

Aku sudah hafal dengan yang satu ini, dia sudah ku anggap jadi sahabat. Sudah seharusnya namanya sahabat kan mengerti satu sama lain, kali ini nggak.  Sahabat yang ku kenal ini hanya memanfaatkanku.  Aku kira arti dia sharing selama ini karena dia percaya, ternyata nggak.  Kalo dipikir, aku bodo sekali, tapi tak mau aku dikasihani!

Aku sudah hafal dengan berbagai ceritanya! Mulai cerita gapenting karena dia bosan dan lapar hingga cerita cerita galaunya menjalani cerita cinta bersama kekasihnya.  Aku ini kaya tempat pengungsian yang nggak ter urus.  Sebenernya karena aku nggak tegaan makanya aku biasanya melayani celotehan teman temanku.  Tapi ini, berubah.  Sombong dan arogan.  Jangankan mengharap respon baik saat chatting, bahkan sebuah kalimat sapaan pun hilang dari rutinitas kita.

Pada saat seperti itu, aku cuman bisa kaget.  Aku berharap aku juga nggak berubah, karena aku tau suatu saat mereka butuh aku.  Yahh semoga disaat dimana aku nggak berbalik 180′.

Kita semua tahu bahwa di dunia ini nggak ada yang mudah.  Suatu kebebasan aja susah di dapatkan. Padahal hakikatnya semua orang di dunia adalah orang yang bebas. Aku adalah seorang manusia, aku bukan robot yang sudah terprogram untuk melakukan sesuatu. Aku bisa melakukan banyak hal …. hanya saja kalau aku punya ilmunya.

Aku mau numpahin perasaan, yaah setelah melihat berbagai kasus yang terjadi di sekitarku. Aku ngerasa kecewa. Harusnya ini nggak pernah terjadi  jikalau ….. ahh sudahlah.  Yang bikin gila kan sebenernya dampak dari semua ini. Aku nggak pernah siap buat nerima.

Kalo dibayangin itu kaya ngimpiin kita di suatu jalanan yang sepi di tengah kota, penduduk tiba tiba menghilang, seketika terbayang film horror buatan hollywood.  Sepi sih seluruh kota memang milik kita, tapi ada hantu gentayangan ngincer kita kan gak asyik. Bayangin aja, toko boneka yang warnanya didominasi oleh wallpaper pink hello kity. Rasa bahagia banget …. masuk ke toko elektronik, ngambil hape samsung galaxy S4 gratis … bebe em pertamax plus, tapi tau tau pas nyetir jalanan berkabut, ban gembos, kabut semakin tebal, tiba tiba terdengar suara langkahan kaki dari kejauhan, muncul jejak telapak tangan di kaca mobil yang ber embun …… Mimpi buruk!

Mungkin itu gambaran dari arti “Relationship”. Terlalu rela, merelakan, direlakan. Awalnya manis, indah, colorfull. Tengah tengah ada gossip sana sini, tengkar, cemberutan, air mata, air mata, air mata. Di akhir …… ahh sudahlah karena terlalu banyak versi yang terjadi di akhir kata “Rela-tionship”.  Bingung, ya!  Aku juga bingung! Makanya aku menuangkan kebingunganku pada sahabatku disini.  Dia selalu bisa menampung semua ceritaku.

Tapi aku akui, rasanya galau itu enak …. ada rasa dimana kita butuh kasih sayang dari orang lain, perhatian, senyuman. Itu semua wajar!

Kaya aku nulis ini, wajar saja aku nulis nggak beraturan. Aku sudah terlalu terbebani oleh peraturan nyata kehidupan, biarlah aku jadi liar dalam tulisan ini, menjadi berani walau cuman dengan kata kata, pahlawan didalam blog-ku sendiri lah.

Kehidupan sma ini, Alhamdulillah tinggal setahun.  Aku menikmatinya sangat ketika aku berada di sekolahku ini.  Sekolah yang unik. Sekolah alam. Mbois cak namanya … “Insan Mulia”.  Meskipun terdengar nggak meyakinkan, anak anak disini adalah calon calon anak ber “Insan Mulia”.  Aku bersekolah disini sebenernya dalam rangka mencoba bersosialisasi dengan cara baru. Memulai dengan yang baru, menutupi yang lama.  Aku gila, aku sedih, aku sebenernya cuman belajar.  Ya, dari kehidupanlah butir butir mutiara akan tumbuh. Mutiara itu akan menjadi incaran para penikmatnya.

Ive seen that people usually ignore.  They are abandoned people, mereka didiskriminasi dari masyarakat sekitar karena mengganggu.  Mereka anak jalanan.  Aku bertanya, mengapa? kenapa?

Aduh! Pusing kepala!  Aku 17 tahun aja belom nyampe, sudah bisa stress.  Tapi bodohnya aku, ini kan bukan masalahku sekarang…………..

Masalahku sekarang, aku bingung harus bertindak.  Unas dan SNMPBTN apalah itu yang mengganggu.  Mereka adalah beban yang sebentar lagi akan ditimpakan, apa persiapanku?

Ya Allah, aku mohon Ridhamu!
Aku bisa Ya Allah!
Aku bisa Ya Allah!
Aku bisa Ya Allah!
Aku bisa Ya Allah!
Aku bisa Ya Allah!

Aamiin!!!!!!!!!!!!