Pendapat.

Bisa dibilang kali ini aku hanya mengutarakan pendapat, curahan hati di dalam permainan kata yang tak seberapa bagus. Meskipun begitu, ini adalah catatan catatan kaki saya dalam menyusuri kehidupan.

 

Aku sebenernya nggak pernah setuju sama idealisme ” Hidupku Hidupmu, enyalah dari hadapanku! ”  

Kenapa?

Karena begini. Kita hidup pada dasarnya saling membutuhkan.  Bagaimana bisa kamu berdalih mengutarakan hal seperti itu? Memangnya kamu tidak butuh teman apa?

Biasanya seperti itu hanya terdapat pada anak anak, catet ya.

– Kaya harta

– Anak manja

– Anak terakhir

– Anak kuper

– Anak yang mengalami masalah sosial yang serius

DLL.

Mereka itu merasa bahwa mereka tak butuh kita / orang lain.  Kalau gitu, aku berharap kamu nggak jadi beban orang lain aja ya, seperti pada statementmu diatas.

 

Kedua, aku nggak pernah suka sama leader yang mentang mentang.  Menurutku sebagian leader / pemimpin group dari para pelajar kita ini adalah orang yang mentang mentang.  Kenapa? mereka hanya akan mau bergaul dan megajak teman teman pilihan yang menurut  dia menguntungkan.  Memang sih logikanya kalau tak menguntungkan memang ditinggal. Tetapi, jika unsur “mentang mentang” dipakai itu sama saja dengan sombong, dan aku paling benci orang sombong.

 

Munafik.  Semua orang tau arti kata ini. Pernah menggunakan kata ini pada seseorang.  Tapi sadarkah, bahwa apakah anda termasuk di didalamnya?

 

Jadi sebelum membuat keputusan, pikir baik baik. Karena jika tidak, orang lain pasti terkena imbasnya. Kalau sudah begitu, siapkah menerima resikonya?

Hari Kamis

Pada tulisan sebelumnya, aku sebenarnya sudah bercerita tentang hari Kamis. Apasih spesialnya? Bagaimana dan kenapa? Jika jawabanmu adalah orang itu, maka benar.  Ini adalah cerita tentang hari Kamis minggu ini.  

 

Aku saat itu sedang duduk di masjid, mau pulang sih sebenernya. Tapi, aku laper. Yasudah, segala kegiatanku saat itu terfokus hanya untuk mencari makanan.  Pengenya sih makan nasi, tapi duit tinggal goceng.  Mak Siti, penjual em-mie yang sudah tua ronta itu akhirnya ngebuatin em-mie goreng.  Aku duduk.  Kemudian datanglah sosok Kristen Steward ke arahku bersama kru nya.  Haha bukan, dia salah satu murid saims terfavorit aku huahahaha.  Hari itu terasa indah dan masih hari Rabu. Aku ngerasa nyaman banget, beda sama kalo yang lain. Haha lagi kasmaran kali ya?

 

Besoknya.  Aku sedang tidak melihat sosok dia karena sakit. Aku sedih. Aku pikir Kamis kali ini bakal terasa hambar. Benar benar merasa kehilangan.  Bolak balik mencari, tak nampak juga batang hidungnya.  Dia hanya meninggalkan ku dengan serpihan remah roti yang menunjukan jalan kepada rasa yang tak asing seperti saat ketika dulu.  Karena sebelumnya sudah bertekat akan tidak terpengaruh oleh hal hal diluar tujuanku saat ini, maka dengan berat hati kuputuskan agar tidak memperdulikanya. Untuk sementara …..

 

Malam Kamis, belum mandi, habis les, aku berjalan diatas lantai yang dingin karena cuaca hujan selama seharian. Mengambil handuk di jemuran, menatap langit yang berarna biru tua dengan taburan bintang bintang. Meneteskan setetes air mata tanda ngantuk, menuju kamar mandi.  Tak lama setelah menutup pintu, suara notifikasi pesan masuk terdengar oleh telingaku.  Aku pikir itu siapa, tak penting lah.  Aku lanjut mandi, meskipun dengan rasa penasaran.

 

Setelah berpakaian rapi, aku melompat ke kasur dan merasakan nyaman sekali. Seperti sedang berada di atas awan.  Kubuka handphoneku tadi …. dan aku terkejut.  Aku bahagia sekali! Akhirnya doaku terkabulkan.  Sebuah pesan bisa mengubah perasaan dan mood seketika. Dasar kasmaran! Kuhabiskan waktuku hanya untuk bisa berinteraksi denganya hingga dia mengantuk lalu tertidur. Bahagia sangat aku ini !!!

Meskipun begitu, yang menjadi tujuan masihlah tujuan. Urusan beginian hanya sekedar pemanis belaka. Cheer!

Kau. Aku. Kamu. Tolong. Sini. Mari. Salah. Rusak. Hancur. Terbangun. Benar.

Judulnya panjang banget yah? haha, memang. Aku nulis judul begituan dalam rangka membuat tulisan santai, diari lah lebih tepatnya.  Okai, Hari Minggu ini adalah hari dimana aku bisa bersantai ria dengan enak dikasur tiduran menatap langit langit kamar yang putih dan memeluk guling. Tau kenapa? Karena besok adalah hari dimana aku menghabiskan masa masa terakhirku di kelas sebelas yang sangat sebentar ini. Jujur aku menikmati semua dinamika yang terjadi. *joget harlemshake* *heleman* *gaya anjing* <— (APA INI?)

Saat ini rumah hati (baca: Haqi) ini sedang direparasi.  Penghuni yang sebelumnya meninggalkan rumah tanpa mematikan kompor SPG (baca: LPG) hijau 3KG yang akhinya meledak dan menghancurkan seluruh isi hati (baca: Haqi) dan menguras pikiran.  Aku saat itu hancur sehancur hancurnya. Subuuu[h] ( baca: [bur] ), kau akan merasakan akibatnya hauahahahahah *evillaugh* (baca: tawa setan) *Okesip*.  Well, blogging dan blogwalking selalu  menjadi andalan saat buntu (baca: mampet).

Setelah puas bergaya anjing (baca: cosplay) aku mencoba posisi lain, dimana posisi ini lebih humanisme. Posisi dimana aku nggak lagi dibuat mainan (baca: barbie).  Sebenernya itu, aku adalah seorang lelaki yang masih mencari jati diri (baca: kayu) sebagai landasan aku nanti mau apa, seperti apa kaya apa, jadi apa (yang penting bukan maling BH) dan nanti punya pacar berapa? (wosooos gila boo, secara punya satu aja diputusin bekasnya nggak ilang ilang).  Maklumlaah kodrat lelaki. Seperti kunci, lelaki pintar dapat membuka berbagai gembok wanita. Kunci serbaguna.  Lain dengan wanita.  Jika wanita adalah gembok,  lalu kalau gemboknya bisa dibuka dengan banyak kunci namanya gembok rusak! OOn.

Oh iya, taufik pertama kali ini (baca: topik) adalah hidayat. Eits bukan artis. Memang, aku telah mendapatkan hidayat dari semua ini, dari sebuah fakta – Dulu disayang, sekarang dibuang – ataupun emang nggak pernah disayang?  Denger punya telinga (baca: setelah ditelusuri) Ternyata dia lebih bahagia dengan pacar barunya. Alhamdulillah (baca: AKU GAK GALAU CAK, I MEAN IT). We never written by god to be together all the time (baca: emang, takdir kita dari tuhan bukan disini), di dalam kegalauan dalam selama 7 minggu dan lalu ditinggal pacaran adalah pain (baca: -Paint – Cat – Sakit) aku menemukan berbagai hal baru yang menarik untuk di eksplor.  Bukan hal baru dalam menanggulangi makan ati (baca: hati).  Hubungan kami sebelumnya itu kaya jam SwissArmy kepunyaanku. Memang mulus diluar, tapi kamu sudah bisa melihatnya pecah dan retak di dalam.

Menjadi bagian dalam dirimu adalah suatu kehinaan bagiku. Kau yang telah berani mengangkatku kepada harapan setinggi langit lalu menghempaskanku dengan jurus Edotensei (baca: telapak tuhan) memukul menghempaskan aku dari ketinggian dan merelakanku jatuh kedalam jurang yang dalam dan berujung pada batu batu stalaktit tajam yang menghunus ke atas (baca: ALAY PAK-_-).  Tapi tenang, aku sudah memaafkanmu.  Aku juga sudah memaklumimu. Aku juga sudah tidak mempermasalahkan lagi.  Aku sudah lama melupakan (baca: barusan) apa yang kamu perbuat padaku. AKU TAHU AKU HARUS BERHENTI MENYALAHKAN ORANG dan berbalik menyalahkan kucing yang berdiri di pojokan kamarku sedang mendengkur tak bersalah dalam kesunyian kamarku *evilmind*.  But hey, ternyata dunia masih utuh tanpa secuil benua yang hilang diterpa angin topan!

Oh iya, semua ini tak lepas dari peran sahabat teman dan musuh yang selalu mendukungku, terutama ini nih musuh ~

Okay, musuh pertamaku ialah Tania.

Dia iituu ceweek super duper jutek! Ramah pilih kasih (peace out XD).  Kata katanya singkat padat nyelekit.  Nggak humoris, ngeluhan.  Disisi lain dia super duper care sama anak sekelas. Musuh yang baik ckckck. Dia adalah big momma (baca: aku gak ngapusi, datang dan lihat sendiri).   Karena apapun itu yang bersaing denganku didalam kelas aku anggap sebagai musuh meskipun dia buaik. yahh bagaimana lagi. Kan hanya sebuah tulisan 😀

Okay, sekarang Tasia.

MY EX ENEMY! karena dia jurusan ips lah menyelamatkan dia dari status musuh.  Tetap saja, musuh ya musuh.  Meskipun begitu, dia yang paling lovable sama teman temanya, termasuk teman dunia mayanya.  Dia adalah sosok sensitif, humoris, gak banyak ngeluh, bedalah pokoknya.  Tapi kalo sudah marah. Menakutkan. Mak lampir XD

Kali ini beralih ke teman.  Dia selalu bisa menjadi agen dobel.  Pintar tapi bodoh, meskipun sedikit lebih cerdas dari aku. Sedikit….

Namanya Angga.  Dia anak berkebutuhan spesial.  Butuh cintahuekhuek, butuh sayangoekoek, banyak amat sih butuhnya lo -_-?

Dyandra! Hai apakabar kau, baru kapan hari bertemu rasanya pingin bikin kamu jadi musuhku. Ya biar kita semua saling bisa bertemu. Kita memang aneh, orang musuh kok sering ketemu sama ngerumpi hahahaha. Viva la weirdo *krik krik krik*

Kayaknya aku dulu adalah pribadi galauers, egoisers, kece’ers-ueksuek gitoo (baca: gawl). Semenjak aku minum susu dia (baca: DIatas rak merek benderA), aku menyadari bahwa akupun memang begitu *gubrak!~*.  Tapi, semua itu hanyalah tanda cintaku buat kamoehekehek.

———————

Galau itu apasih? manusia goa tahun berapa? Aku gak kenal, maaf -_-.  Masio kelihatanya aku itu orang yang FA (baca: Forever Alone) aku pernah galauin pacar looh :”3 . Yahh mungkin yah, namanya juga manusia …. aku itu jaman SMA sudah khatam baca buku ilmu psikolog yang nyuruh biar nggak gampang goyang pikiranya. Eh ternyata samaa aja *lempar bata*

 

Singkat kata, inilah ganjaran dari perbuatan perbuatan yang aku perbuat. Jika kau berani membuat orang kesal / jengkel, resiko untuk mengalami kejadian yang sama akan semakin tinggi. Sekian wassalam 😀

Hai

Menjelang minggu kedua di kehidupanku saat twitter di nonaktifkan rasanya sudah lega banget. Biasanya aku yang kalau ada apa apa selalu open twitter itu akhirnya merasa cukup dan puas. Aku yang selalu uptodate sama yang ngetrend do.twitter sekarang sudah pensiun. Huah leganya, dengan luangnya waktu dan tidak di isi oleh twitter, aku menemukan arti sosialisasi yang lebih baru. Meskipun sedikit banyak aku pribadi tak bisa terlepas dari chatting, setidaknya menghapus twitter = menghapus beban. Entah karena sekedar menghindari gossip / sakit hati.

Jalanan kota Surabaya yang ramai ini membuatku berfikir banyak tentang timelineku ini. Bunyi klakson mobil dan motor yang saling bersautan dan asap putih dari exhaust motor membuatku tak bisa rilex. Pikiran yang melayang entah kemana. Terlalu banyak. Sekolah, orangtua, teman, sahabat, tugas sudah menjadi bebanku saat itu. Beruntungnya aku, di akhir perjalananku selalu berujung pada seseorang yang ramah dan murah senyum. Seperti watak seorang ibu, dia sudah dewasa.

Ketika itu aku sedang menikmati sebuah playlist berisi lagu lagu classic instrumemtal, tiba tiba suara notif dari hape memecahkan ketentraman dari lagu tersebut. Sorak gembira ternyata adalah dia yang menyapaku!  moment ini tepat sekali! Aku juga lagi kangen denganya!

Aku kenal dia cukup lama, dia itu teman baik dan menurutku paling mengerti aku. Berbagai debat dan argumen kita sering lontarkan. Dia, menurutku seorang perempuan manis dengan wajah lovable, suara wanita yang tegas, kasih sayang yang berlimpah pada sekelilingnya, setia meskipun ditinggal kekasih. Dia juga pandai bergurau, canda dan tawanya sangat familiar meskipun jarang bertemu. Sosok yang terasa hilang akhir akhir ini.

Malam ini, di ruangan yang sepi, lampu redup berwarna kuning, kasur yang empuk. Aku sudah resmi lepas dengan segala emosi yang pernah terikat dengan yang lampau. Aku disini, akan resmi sebagai pengaggum. Mengaggumi engkau wahai mahluk lembut yang kuat. Aku tau mungkin engkau tidak mau, risih, tidak suka. Atau menganggap masih labil atau lembek atau kecut atau apalah. Semua itu akan menghilang dan sudah berubah. Kalaupun tidak, semua sifatku yang seperti itu hanya ada jika aku merasa nyaman padamu. Wahai orang yang berada di wallpaper Handphoneku. Ketahuilah, bahwa aku sangat ingin kau mengerti. Kau telah dipilih.

Aku berharap, kau juga bisa pulih dari ketertarikan dengan dia yang telah meninggalkanmu. Aku ingin kau membuka mata. Menyadari bahwa ada orang lain yang menganggapmu seperti  sebuah mimpi yang indah. Idaman. Mereka yang akan lebih serius dan berusaha membahagiakanmu walau kau tak memintanya.

Hai, lihatlah kesini. Mari kita duduk dan melihat indahnya dunia.

Asdf

Well hari ini adalah hari dimana semua fakta terpapar. Fakta dimana semua ini terlihat membingungkan. Ya kali ini masih dalam topik romansa remaja. Shit.

Aku memang tak sepantasnya berbicara seperti ini, emang aku siapa? Aku saja nggak bisa cari uang sendiri. Aku hanyalah seorang anak remaja yang masih mencari jalan hidup. Well memang begini yah. Datangnya nggak mengenal umur men.

Memang yah memang.