Serbuk Gula

Semakin hari, aku semakin tertarik akan dirimu. Aku tertarik oleh sesuatu yang berada dalam dirimu, sesuatu yang sangat kecil, sensitif, sesuatu yang dapat mengubah duniaku, sesuatu yang menurutku adalah berlian.  Kamu selalu terlihat manis, cantik, enak dilihat, menyejukan, perempuan. Hai kau, kesinilah, kemarilah, aku ingin melihat senyumanmu di pagi hari, senyuman pertama di setiap bangun tidurku, setiap hari, setiap pagi, setiap saat, kapanpun.  Kamu akan melihat aku, aku yang mengagumimu ini, akan bersemangat untuk menceritakan tentang dirimu kesiapa saja yang aku kenal, aku akan selalu menjadi apa yang kamu butuhkan, setidaknya selalu berusaha memenuhi setiap kebutuhanmu.  Aku disini, hanya ingin melihat setiap bintang yang mengikutimu bersinar menyinari dirimu. Biarkan aku disini menjadi pengawal, mengawal kamu, mengawal kita dalam sebuah kendaraan yang akan membawa kita kepada suatu tempat, tempat yang tidak asing bagi para pasangan yang berbahagia, tempat janji setia, sehidup semati.  Biarkan aku menjadi segala yang kamu butuhkan, meskipun itu menjadi tempat berpijak untukmu melangkah lebih jauh.  Biarkan aku menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagimu, agar kamu dapat tetap selamat dan terus bisa menikmati hidup selayak layaknya.  Biarkan aku memimpin armada yang berawakan aku dan kamu.  Aku akan siap melawan semua pembajak, perampok dari kapal kita.  Aku hanya ingin melihatmu bangga dan bahagia karenaku.  Wahai kau, yang akan menjadi suatu saatku nanti. 

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s