Hari Kamis

Pada tulisan sebelumnya, aku sebenarnya sudah bercerita tentang hari Kamis. Apasih spesialnya? Bagaimana dan kenapa? Jika jawabanmu adalah orang itu, maka benar.  Ini adalah cerita tentang hari Kamis minggu ini.  

 

Aku saat itu sedang duduk di masjid, mau pulang sih sebenernya. Tapi, aku laper. Yasudah, segala kegiatanku saat itu terfokus hanya untuk mencari makanan.  Pengenya sih makan nasi, tapi duit tinggal goceng.  Mak Siti, penjual em-mie yang sudah tua ronta itu akhirnya ngebuatin em-mie goreng.  Aku duduk.  Kemudian datanglah sosok Kristen Steward ke arahku bersama kru nya.  Haha bukan, dia salah satu murid saims terfavorit aku huahahaha.  Hari itu terasa indah dan masih hari Rabu. Aku ngerasa nyaman banget, beda sama kalo yang lain. Haha lagi kasmaran kali ya?

 

Besoknya.  Aku sedang tidak melihat sosok dia karena sakit. Aku sedih. Aku pikir Kamis kali ini bakal terasa hambar. Benar benar merasa kehilangan.  Bolak balik mencari, tak nampak juga batang hidungnya.  Dia hanya meninggalkan ku dengan serpihan remah roti yang menunjukan jalan kepada rasa yang tak asing seperti saat ketika dulu.  Karena sebelumnya sudah bertekat akan tidak terpengaruh oleh hal hal diluar tujuanku saat ini, maka dengan berat hati kuputuskan agar tidak memperdulikanya. Untuk sementara …..

 

Malam Kamis, belum mandi, habis les, aku berjalan diatas lantai yang dingin karena cuaca hujan selama seharian. Mengambil handuk di jemuran, menatap langit yang berarna biru tua dengan taburan bintang bintang. Meneteskan setetes air mata tanda ngantuk, menuju kamar mandi.  Tak lama setelah menutup pintu, suara notifikasi pesan masuk terdengar oleh telingaku.  Aku pikir itu siapa, tak penting lah.  Aku lanjut mandi, meskipun dengan rasa penasaran.

 

Setelah berpakaian rapi, aku melompat ke kasur dan merasakan nyaman sekali. Seperti sedang berada di atas awan.  Kubuka handphoneku tadi …. dan aku terkejut.  Aku bahagia sekali! Akhirnya doaku terkabulkan.  Sebuah pesan bisa mengubah perasaan dan mood seketika. Dasar kasmaran! Kuhabiskan waktuku hanya untuk bisa berinteraksi denganya hingga dia mengantuk lalu tertidur. Bahagia sangat aku ini !!!

Meskipun begitu, yang menjadi tujuan masihlah tujuan. Urusan beginian hanya sekedar pemanis belaka. Cheer!

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s