Kau. Aku. Kamu. Tolong. Sini. Mari. Salah. Rusak. Hancur. Terbangun. Benar.

Judulnya panjang banget yah? haha, memang. Aku nulis judul begituan dalam rangka membuat tulisan santai, diari lah lebih tepatnya.  Okai, Hari Minggu ini adalah hari dimana aku bisa bersantai ria dengan enak dikasur tiduran menatap langit langit kamar yang putih dan memeluk guling. Tau kenapa? Karena besok adalah hari dimana aku menghabiskan masa masa terakhirku di kelas sebelas yang sangat sebentar ini. Jujur aku menikmati semua dinamika yang terjadi. *joget harlemshake* *heleman* *gaya anjing* <— (APA INI?)

Saat ini rumah hati (baca: Haqi) ini sedang direparasi.  Penghuni yang sebelumnya meninggalkan rumah tanpa mematikan kompor SPG (baca: LPG) hijau 3KG yang akhinya meledak dan menghancurkan seluruh isi hati (baca: Haqi) dan menguras pikiran.  Aku saat itu hancur sehancur hancurnya. Subuuu[h] ( baca: [bur] ), kau akan merasakan akibatnya hauahahahahah *evillaugh* (baca: tawa setan) *Okesip*.  Well, blogging dan blogwalking selalu  menjadi andalan saat buntu (baca: mampet).

Setelah puas bergaya anjing (baca: cosplay) aku mencoba posisi lain, dimana posisi ini lebih humanisme. Posisi dimana aku nggak lagi dibuat mainan (baca: barbie).  Sebenernya itu, aku adalah seorang lelaki yang masih mencari jati diri (baca: kayu) sebagai landasan aku nanti mau apa, seperti apa kaya apa, jadi apa (yang penting bukan maling BH) dan nanti punya pacar berapa? (wosooos gila boo, secara punya satu aja diputusin bekasnya nggak ilang ilang).  Maklumlaah kodrat lelaki. Seperti kunci, lelaki pintar dapat membuka berbagai gembok wanita. Kunci serbaguna.  Lain dengan wanita.  Jika wanita adalah gembok,  lalu kalau gemboknya bisa dibuka dengan banyak kunci namanya gembok rusak! OOn.

Oh iya, taufik pertama kali ini (baca: topik) adalah hidayat. Eits bukan artis. Memang, aku telah mendapatkan hidayat dari semua ini, dari sebuah fakta – Dulu disayang, sekarang dibuang – ataupun emang nggak pernah disayang?  Denger punya telinga (baca: setelah ditelusuri) Ternyata dia lebih bahagia dengan pacar barunya. Alhamdulillah (baca: AKU GAK GALAU CAK, I MEAN IT). We never written by god to be together all the time (baca: emang, takdir kita dari tuhan bukan disini), di dalam kegalauan dalam selama 7 minggu dan lalu ditinggal pacaran adalah pain (baca: -Paint – Cat – Sakit) aku menemukan berbagai hal baru yang menarik untuk di eksplor.  Bukan hal baru dalam menanggulangi makan ati (baca: hati).  Hubungan kami sebelumnya itu kaya jam SwissArmy kepunyaanku. Memang mulus diluar, tapi kamu sudah bisa melihatnya pecah dan retak di dalam.

Menjadi bagian dalam dirimu adalah suatu kehinaan bagiku. Kau yang telah berani mengangkatku kepada harapan setinggi langit lalu menghempaskanku dengan jurus Edotensei (baca: telapak tuhan) memukul menghempaskan aku dari ketinggian dan merelakanku jatuh kedalam jurang yang dalam dan berujung pada batu batu stalaktit tajam yang menghunus ke atas (baca: ALAY PAK-_-).  Tapi tenang, aku sudah memaafkanmu.  Aku juga sudah memaklumimu. Aku juga sudah tidak mempermasalahkan lagi.  Aku sudah lama melupakan (baca: barusan) apa yang kamu perbuat padaku. AKU TAHU AKU HARUS BERHENTI MENYALAHKAN ORANG dan berbalik menyalahkan kucing yang berdiri di pojokan kamarku sedang mendengkur tak bersalah dalam kesunyian kamarku *evilmind*.  But hey, ternyata dunia masih utuh tanpa secuil benua yang hilang diterpa angin topan!

Oh iya, semua ini tak lepas dari peran sahabat teman dan musuh yang selalu mendukungku, terutama ini nih musuh ~

Okay, musuh pertamaku ialah Tania.

Dia iituu ceweek super duper jutek! Ramah pilih kasih (peace out XD).  Kata katanya singkat padat nyelekit.  Nggak humoris, ngeluhan.  Disisi lain dia super duper care sama anak sekelas. Musuh yang baik ckckck. Dia adalah big momma (baca: aku gak ngapusi, datang dan lihat sendiri).   Karena apapun itu yang bersaing denganku didalam kelas aku anggap sebagai musuh meskipun dia buaik. yahh bagaimana lagi. Kan hanya sebuah tulisan😀

Okay, sekarang Tasia.

MY EX ENEMY! karena dia jurusan ips lah menyelamatkan dia dari status musuh.  Tetap saja, musuh ya musuh.  Meskipun begitu, dia yang paling lovable sama teman temanya, termasuk teman dunia mayanya.  Dia adalah sosok sensitif, humoris, gak banyak ngeluh, bedalah pokoknya.  Tapi kalo sudah marah. Menakutkan. Mak lampir😄

Kali ini beralih ke teman.  Dia selalu bisa menjadi agen dobel.  Pintar tapi bodoh, meskipun sedikit lebih cerdas dari aku. Sedikit….

Namanya Angga.  Dia anak berkebutuhan spesial.  Butuh cintahuekhuek, butuh sayangoekoek, banyak amat sih butuhnya lo -_-?

Dyandra! Hai apakabar kau, baru kapan hari bertemu rasanya pingin bikin kamu jadi musuhku. Ya biar kita semua saling bisa bertemu. Kita memang aneh, orang musuh kok sering ketemu sama ngerumpi hahahaha. Viva la weirdo *krik krik krik*

Kayaknya aku dulu adalah pribadi galauers, egoisers, kece’ers-ueksuek gitoo (baca: gawl). Semenjak aku minum susu dia (baca: DIatas rak merek benderA), aku menyadari bahwa akupun memang begitu *gubrak!~*.  Tapi, semua itu hanyalah tanda cintaku buat kamoehekehek.

———————

Galau itu apasih? manusia goa tahun berapa? Aku gak kenal, maaf -_-.  Masio kelihatanya aku itu orang yang FA (baca: Forever Alone) aku pernah galauin pacar looh :”3 . Yahh mungkin yah, namanya juga manusia …. aku itu jaman SMA sudah khatam baca buku ilmu psikolog yang nyuruh biar nggak gampang goyang pikiranya. Eh ternyata samaa aja *lempar bata*

 

Singkat kata, inilah ganjaran dari perbuatan perbuatan yang aku perbuat. Jika kau berani membuat orang kesal / jengkel, resiko untuk mengalami kejadian yang sama akan semakin tinggi. Sekian wassalam😀

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s