Hai

Menjelang minggu kedua di kehidupanku saat twitter di nonaktifkan rasanya sudah lega banget. Biasanya aku yang kalau ada apa apa selalu open twitter itu akhirnya merasa cukup dan puas. Aku yang selalu uptodate sama yang ngetrend do.twitter sekarang sudah pensiun. Huah leganya, dengan luangnya waktu dan tidak di isi oleh twitter, aku menemukan arti sosialisasi yang lebih baru. Meskipun sedikit banyak aku pribadi tak bisa terlepas dari chatting, setidaknya menghapus twitter = menghapus beban. Entah karena sekedar menghindari gossip / sakit hati.

Jalanan kota Surabaya yang ramai ini membuatku berfikir banyak tentang timelineku ini. Bunyi klakson mobil dan motor yang saling bersautan dan asap putih dari exhaust motor membuatku tak bisa rilex. Pikiran yang melayang entah kemana. Terlalu banyak. Sekolah, orangtua, teman, sahabat, tugas sudah menjadi bebanku saat itu. Beruntungnya aku, di akhir perjalananku selalu berujung pada seseorang yang ramah dan murah senyum. Seperti watak seorang ibu, dia sudah dewasa.

Ketika itu aku sedang menikmati sebuah playlist berisi lagu lagu classic instrumemtal, tiba tiba suara notif dari hape memecahkan ketentraman dari lagu tersebut. Sorak gembira ternyata adalah dia yang menyapaku!  moment ini tepat sekali! Aku juga lagi kangen denganya!

Aku kenal dia cukup lama, dia itu teman baik dan menurutku paling mengerti aku. Berbagai debat dan argumen kita sering lontarkan. Dia, menurutku seorang perempuan manis dengan wajah lovable, suara wanita yang tegas, kasih sayang yang berlimpah pada sekelilingnya, setia meskipun ditinggal kekasih. Dia juga pandai bergurau, canda dan tawanya sangat familiar meskipun jarang bertemu. Sosok yang terasa hilang akhir akhir ini.

Malam ini, di ruangan yang sepi, lampu redup berwarna kuning, kasur yang empuk. Aku sudah resmi lepas dengan segala emosi yang pernah terikat dengan yang lampau. Aku disini, akan resmi sebagai pengaggum. Mengaggumi engkau wahai mahluk lembut yang kuat. Aku tau mungkin engkau tidak mau, risih, tidak suka. Atau menganggap masih labil atau lembek atau kecut atau apalah. Semua itu akan menghilang dan sudah berubah. Kalaupun tidak, semua sifatku yang seperti itu hanya ada jika aku merasa nyaman padamu. Wahai orang yang berada di wallpaper Handphoneku. Ketahuilah, bahwa aku sangat ingin kau mengerti. Kau telah dipilih.

Aku berharap, kau juga bisa pulih dari ketertarikan dengan dia yang telah meninggalkanmu. Aku ingin kau membuka mata. Menyadari bahwa ada orang lain yang menganggapmu seperti  sebuah mimpi yang indah. Idaman. Mereka yang akan lebih serius dan berusaha membahagiakanmu walau kau tak memintanya.

Hai, lihatlah kesini. Mari kita duduk dan melihat indahnya dunia.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s