Pencuri Blackcurrant

Hari Minggu yang panas, suhu 31′ celcius, Air Conditioner yang mati, hari yang lengkap untuk membeli segelas limun dingin atau jus buah yang fresh di warung.  Aku bangun dari tidur jam 6 pagi, lalu memulai hari dengan menyeduh segelas kopi yang dibelikan ayah.  Hari Minggu ini rencananya akan kuhabiskan dengan berolahraga ria.  Aku adalah seorang atlet yang baru, baru memulai niat untuk diet juga hahaha.  Jam menunjukkan pukul 7 pagi, saatnya aku pergi menuju ke tempat fitness, olahragaku pertama dimulai dengan angkat beban.  Pertamakali beban yang aku coba adalah beban 10KG, terlalu ringan aku tambah 2KG, masih cukup ringan aku tambah lagi 5KG.  Total 17KG.  Mottoku adalah biar ringan dulu asal aku serius pasti bisa.  Bisa kurus hahahaa.  Latihan pertama berjalan agak mulus plus mules di menit ke 20,  karena nggak tahan tujuan setelah itu adalah kamar mandi.

Lewat 10 menit akupun kembali latihan, kali ini aku latihan push-up.  Semua berjalan mulus setengah lancar, karena perutku lapar aku jadi ingin makan sesuatu.  Sayang disitu nggak ada kantin, jadi uang saya dipastikan aman aman saja, hahah biasanya kalau aku lagi lapar aku bisa habis 2 porsi makanan. Karena program menjadi atlet, eh kurus, itu menolak makan makanan porsi banyak, aku pikir minuman isotonik semisal pocari bisa jadi solusi.  Pagi itu aku menghabiskan uang totalnya 4000 rupiah + 10.000 ngutang tempat fitness karena dompet ketinggalan di rumah.

Duh, apes! Hari ini adalah hari terapes yang pernah ada di minggu itu.  Aku cuman menghabiskan waktu beberapa jam di tempat fitness itu dengan kategori ( 30 menit di toilet + 30 menit makan + 1 jam istirahat + 2 jam latihan + 1 jam otot kram ) keringat ku sudah bercucuran deras, sederas tangisan hatiku saat itu.  Hahaha bercanda.

Jam 2 siang, karena capek aku memutuskan kembali ke rumah untuk istirahat,  Dalam perjalanan menuju rumah akupun melihat penjual minuman botol sedang menggendong anak yang sedang menangis.  Karena aku haus akupun menghampiri penjual itu untuk mencari sebotol Fruit tea rasa Blackcurrant.  Aku menanyakan berapa harganya,

” Pak, sak botole piro? ”

” Sek sedeluk yo, niki loh ono anak nangis ”

” Pak, sebotolnya berapa? ”

” Bentar dek, ini ada anak nangis loh ”

Akupun pertamanya nggak ngehiraukan anak itu, aku memang bukan orang yang sangat peka kalo urusan begituan.  Karena aku dulu memang orang yang acuh, tapi itu kan dulu.  Tanpa sadar akupun mulai merasa iba dengan pedagang tersebut, aku menanyakan anak siapa ini? darimana asalnya.  Usut punya usut anak itu adalah anak yang ban sepedahnya bocor disebrang jalan sehabis mengikuti futsal di lapangan yang takjauh dari tempat fitnessku.

” Le, nang endi omahmu? kok iso nyasar nang kene? ”

” omahku rodo adoh mas, nang cedeke semolo. ”

” Dek, rumahmu dimana? kok bisa nyasar kesini? ”

” Rumahku di daerah semolo mas, agak jauh ”

Hati kecilku ketika itu berkata kalo nggak ada salahnya berbuat baik, yah sekali sekali lah buan ini. Berangkatlah aku dengan motor kecilku yang kuberi nama speedy.  Singkat cerita perjalanan panjang tadi berbuah manis.  Di jalan aku sempat bertemu teman lamaku, lebih tepatnya sahabat lama.  Kita terakhil kali bertemu adalah saat SD.  Perjalanan berlanjut sampe pada akhirnya sampai rumahnya.  Akupun berpamitan dengan anak yang tadi dan keluarganya, entah kenapa aku sampai sana aku disambut baik dengan keluarganya.  Merekapun sempat bercerita tentang anak itu.

” Mas sampean beruntung loh anak ini nggak ndadi.  Biasane anak ini buikin ulah diatas motor.  Alhamdulillah.  Oh iya dompet sama hape masih ada kan? Yaudah silahkan mas diminum dulu. ”

” Mas kamu beruntung, biasanya anak ini berulah banget kalo naik motor.   Alhamdulillah.  Oh iya dompet sama hape masih ada kan? Yaudah silahkan mas diminum dulu. ”

Setelah selesai dari rumahnya ada pikiran kecil terbesit, seandainya dia disekolah gitu bagaimana dia dengan teman temanya? hahaha ….

Setelah sampai rumah, akupun mencari fruit tea yang aku beli tadi.  Akhirnya aku tersadar bahwa Fruit tea punyaku diambil!

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s