ABCD.JPG – 289 KB

Kali ini aku mau ngebagi secuil memori yang tersimpan,

 

Hari itu adalah hari minggu kalau tidak salah di bulan desember yang tenang.  Malam sebelum hari itu aku melakukan hal favorit seperti biasanya malam minggu, ngegame.  Detuman suara bom dan granat menghiasi dunia fantasiku, aku sedang memainkan game fps yang hampir semua gamer pernah mencicipinya.  Aku dalam fantasiku berenang sangat jauh hingga lupa bahwa ada secuil perasaan bersalah menghampiri.  Aku bergegas menyudahi permainan dengan beberapa tembakan kepala ke musuh lalu mati bunuh diri diantara kerumunan musuh yang bersiaga.  Lalu Aku berlari menaiki tangga rumah lalu segera mencari sesuatu.  Setelah beberapa menit aku menemukan benda itu, ku bersihkan benda itu karena berminyak dengan tissu yang berada pada meja tak jauh dari tv.  Di tengah jalan benda itu bergetar seperti menyiasatkan sesuatu yang buruk sedang terjadi.  Akupun bergegas untuk membersihkanya lalu membuka beberapa notifikasi di dalamnya.  Ada satu notifikasi yang spontan membuatku tersenyum.

” Mas, besok datengo ya di PH di GM jam 1 an ”

Pikirku ini kesempatan bagus buat keluar bareng!  Sudah lama memang kita nggak keluar bareng karena sibuknya jadwal yang mengisi.  Ketika aku membuka notifikasi yang lain akupun terdiam, memandangi, bingung dengan jumlah buzz yang aku terima.  Perasaan bersalah itu semakin kuat ketika aku menyadari bahwa itu dari pujaan hatiku.

 

Waduh harus bilang apa ini?

Aku bilang gini deh

 

“aku lagi main … maaf ya dek, hmm”

 

Setelah dia mengerti, akupun melanjutkan kegiatan favoritku yang kedua,  akupun mulai membuka dengan topik yang sering aku tanya ke dia, jika kita kuliah gimana hubungan kita bla bla bla.  Pertanyaan yang jawabanya pun sudah aku pikirkan sebelum nasib lain muncul.  Aku berharap pada dia, karena sampe sekarang pun dialah satu satunya pengisi hati ini. Meskipun dengan luka.

Siang itu di suatu mall daerah Suarbaya, aku sedang berjalan mengitari seluruh kompleks mall tersebut, beberapa menit kemudian aku dikejutkan oleh sosok perempuan yang tak asing dan rupanya sering kulihat secara tak sengaja.  “Ahh lupakan” dalam benakku.  Jam menunjukan waktu yang tepat buat makan, lalu aku langsung menuju venue tersebut.  Disana aku melihat beberapa orang, tak asing.  Aku lupa dia dateng duluan atau telat, yang jelas sebelum acara utama dimulai mereka sudah kumpul semua.  Ada Bagus, sahabat karib aku, ada Vania si ketua osis sekolah, kayaknya Zahra juga disana, Echi pacar dari sahabatku, febyan, sahabat saya juga dan yang terakhir dia.  Kita menghabiskan waktu bersama, bersebelahan, tapi ada sesuatu yang dimatanya yang mengganjal, dia seperti menahan perasaan entah baik maupun buruk.   Akupun  sempat foto berdua yang pada kesokan harinya dikirim afi dengan nama file ABCD,jpg dengan size 289KB.  Aku mencintai foto itu,  hingga perasaan itu hilang sekarang.

 

Selepas dari acara makan makan, aku menhghabiskan waktu berkeliling.  Diantara sekian banyak toko di mall tersebut, yang paling aku ingat adalah toko hadiah yang disana terdapat mainan yang paling aku nggak suka, karena mengandung unsur setrum.  Disitulah tempat dimana aku juga bungkam dengan berbagai pertanyaan.

 

Hari itu adalah hari dimana aku kalo gasalah terakhir kali keluar bareng tahun lalu.  Atau mungkin….

 

Selepas siang sore itu,  semua berubah.

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s