E mayor A mayor dan Ngupil

Rasayanya jadi orang yang suka music classic itu random dan munkin jarang di kalangan orang muda jaman sekarang yang lebih tertarik pada suatu yang dibilang “LAKI”. Ketika mendengar alunan music dari harpa, violin ato piano bisa jadi suatu kenikmatan sendiri bagi penikmatnya, termasuk saya.

Ketika mendengar music tersebut seolah olah kita terbawa dalam arus not yang bergerak sesuai keinginan sang pemain memainkanya.

Ada kalanya ketika mendengar not rendah maka hati akan berusaha meng-ungkapkan isi yang bisa dibilang kaya “permen karet”.  Maksudnya permen karet ialah ketika kenangan itu di putar ulang manis rasanya, lama kelamaan berujung pada suatu kepahitan karena fruktosa yang terkandung sudah larut dalam enzim enzim air liur dan alunan not E mayor.  Sedangkan ketika pada not tinggi rasanya yaitu seperti ada kemauan-hasrat-gairah untuk sesuatu hal.

HAHA music, remeh emang … NGGAK! siapa bilang?  kita bisa kehilangan uang dalam alunan music suana kastil yang sangat seram nan berhantu sebelum kita mendengarkan dan ketika selesai mendengarkan.  Bela belain beli tiket bioskop yang harus antri 100m dan pulang dengan berat badan lebih ringan 200gr karena dompet kesayangan diambil orang entah saat antri atau sangking takutnya nontonsampai gasadar dompet jatuh.

Hipnotis kelas berat bagi penyandang buta hingga tes psikologi militer, menggunakan music.   Sebuah cerita mengatakan jikalau kamu kamu pada lagi pengen tidur dengerin music classic,  meskipun nggak terbukti secara teorikal Thomas Alfa Edison tetapi ada benernya.

 

 

Dengan lagak telunjuk yang mengarah pada sebuah lubang, dia bercerita padaku suatu hal.  Tentang kabarnya dia dengan si doi.  Katanya baru putus pacar, duh kasihan.  Kata dia ketika ceweknya sedang asyik dengan temanya, berasa seperti troll yang dikalahin Harry dengan tongkat sihirnya yang “berlendir”.  Karena sangking asyiknya teman aku satu ini hobi menirukan gaya troll tersebut.

 

Kata dia itu pelampiasan yang sangat enak (menurutku dia sinting).  Tapi studi mengatakan (ngarang) jikalau kita merasakan kebosanan ada 50% kesempatan untuk bermain dengan “lubang” kenikmatan itu.  Karena dalam keadaan idle (*seacrh google)  kita akan merasa 200% lebih sensitiv terhadap sesuatu.  Sedangkan solusinya ketika itu adalah ialah yaitu ngupil.  Satu kata berjuta rasa.  Jatuh Cinta. Manis Pahit Asem Asin. Nano Nano.

 

Ketika alunan music harpa bersatu dengan alunan gitar spanyol dan ditemani oleh sebongkah benda yang terjahit dang mengembang ….. best time to ngupil.

demikianlah cerita E mayor A mayor dan ngupil.  Semoga membingungkan, Selamat kecewa! Salam Sehat:D

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s